Minggu, 05 Desember 2010

Bunga Krisan Yang Menjanjikan

Spirit menjadikan kota Arosuka sebagai kota Taman, ternyata membuka inspirsasi bisnis yang menjanjikan bagi Kelompok Tani (Keltan) Dahlia Kayu Aro untuk mengembangkan usaha penangkar bunga Krisan. Semangat itu dipertinggi oleh fenomena bahwa Bunga mampu menjadi ladang bisnis tersendiri. Buktinya saat kini banyak berdiri toko-toko bunga yang menjajakan bermacam jenis bunga.
Tetapi tentu bukan karena alasan prosfektivitas usaha bunga itu yang  mulanya mendorong Dinas Pertanian Kabupaten Solok melekukan pembinaan terhadap Keltan  Dahlian Penangkar Bunga di daerah itu. Meski akhirnya peluang usaha penangkaran bunga menjadi segmen lain dari program Dinas Pertanian, tetapi tujuan untuk menjadikan kota Arosuka sebagai kota Taman lebih sebagai komitmen yang tidak ada tawar  menawar.
“ Tetapi sejalan dengan obsesi menjadikan Arosuka sebagai kota taman, ternyata usaha penangkaran bunga Krisan sebagai usaha yangsangat menjanjikan, “ kata Ir Desmalia, Kepla Bidang (Kabid) Tanaman Holtikultura Dinas Pertanian Kabupaten Solok ketika dijumlai dikantornya, Rabu (6/10).
Diperkuat oleh statemen Marlis, petugas lapang Tanaman Hias Kabupaten Solok, Kabis Tanaman Holtikultura itu menyebutkan banyak jenis bunga yang beredar di pasaran. Baik bunga segar maupun bunga plastik. Bunga-bunga segar yang sering kita temui di Toko Bunga,  seperti bunga Melati dan bunga Anggrek, tapi bunga yang paling laris di pasaran adalah bunga Krisan. "Bunga Krisan disukai karena daya tahannya lebih lama. Bunga Krisan sudah lama dibudidayakan di Indonesia sehingga punya daya adaptasi lebih lama dibanding Mawar," tutur  Desmalia
Peluang usaha tanaman  Bunga sangat bagus karena kekayaan alam Indonesia yang melimpah sehingga akan sangat membantu bagi pedagang untuk memulai usaha jenis ini. Marlis menambahkan, usaha ini erat kaitannya dengan pelestarian alam. Jika usaha ini berkembang maka akan membuka peluang pekerjaan bagi banyak orang dimulai dari petani bunga, penjual eceran sampai pada perangkai bunga.
Beranjak dari fenomena bisnis tersebut, Pihak dinas Pertanian kabupaten Solok melakukan pembinaan serius terhadap Keltan Dahlia Arosuka. Saat ini, kata Marlis, keltan Dahlian telah mampu memproduksi bunga Krisan sebanyak 5000 batang/minggu. Dengan menggunakan  alat screenhouse sebagai penangkaran, keltan Dahlia telah menjawab permintaan pasar di Sumbar sampai ke luar Sumatera Barat seperti Pekan Baru dan jambi.
 “ Bunga Krisan sebatang dijual seharga Rp 1500 ditempat. Dengan memprodsuksi sebanyak 5000 dalam seminggu, Keltan Dahlian Arosuka telah menghasilkan sebanyak Rp 750.00 per minggu,” papar Marlis seraya menyebutkan produktivitas Keltan Dahlia baru dalam tahap percobaan.
Bunga saat ini sudah menjadi kebutuhan masyarakat ketia terjadi pergeseran pandang terhadap seusatu yang baru. Banyak orang saat ini  butuh bunga untuk ucapan selamat,  seperti Ultah, pernikahan bahkan sampai orang yang meninggal pun membutuhkan bunga. Jadi manusia membutuhkan bunga dalam kehidupan sehari hari. Dibandingkan bunga segar yang dijual sebelum dirangkai, menurut Marlis, ada nilai tambah dari bunga yang telah dirangkai.
Oleh karena itu, Marlis dan Kabis Holtikultura Dinas Pertanian Kab. Solok Desmalia meyakinkan bahwa  akan lebih baik jika para pedagang tidak hanya menjajakan bunga tapi juga membudidayakannya. Untuk ke depannya Bunga Krisan  akan menjadi tren, atau dengan kata lain budidaya bunga Krisan sangat menjanjikan

3 komentar:

  1. apakah sudah ada yang dijual eceran buk? dimanakah tempat pemasaran bunga potong ini? terima kasih.

    BalasHapus
  2. sudahbanyak di jual, lebih baiklangsung saja ke lokasi pembibitannya di Kayu Aro kab. solok.

    BalasHapus
  3. Adakah kontak yang bisa saya hubungi untuk pemesanan?

    BalasHapus