Solok--Menyemangati pembentukan Pos Pembedayaan Keluarga (Posdaya) di kecamatan Bukit Sundi, para kader posyandu yang sebelumnya lebih dikenal sebagai relawan kesehatan akan diganti menjadi kader kesehatan. Kepala Dinas kesehatan kabupaten solok diwakili Kepala Bidang Promosi kesehatan (Promkes) Son Arikhman memastikan kader tersebut nantinya akan dibagi tugas sebagai kader posyandu, kesehatan, KB dan sebagainya.
“ Untuk lebih efektif pencapaian tujuan dan program Posdaya, kader kesehatan tidak boleh sama orangnya dengan relewan kesehatan dulu, “ kata Kabid Promkes Dinas kesehatan itu ketika melakukan sosisalisasi Posdaya dan 10 program pokok PKK di aula kecamatan Bukit Sundi di Muara Panas, Selasa (1/2).
Ikut hadir pada kesempatan Tim 2 TP PKK Kab. Solok yang dimpin Hj. Nellis, Camat Bukit Sundi Zaharman, S.sos , ketua TP PKK Kecamatan Bukit Sundi Ny. Sepri Nelly Zaharman, Ketua TP PKK Nagari se Nagari Kec. Bukit Sundi
Disebutkan Son Arihkman, Posdaya adalah sebuah sarana pemberdayaan yang ada di nagari. Bermacam aspek pendidikan dapat dilakukan dalam Posdaya, termasuk bidang kesehatan dan kewirausahaan. Terutama bidang kesehatan, tambahnya, Posdaya diharapkan mampu mencapai tujuan pencegahan penyakit yang terjadi dalam masyarakat, bukan mengobati, karena pencegahan lebih baik daripada mengobati.
“ Tujuan utama Posdaya adalah untuk menyehatkan masyarakat, sehingga dengan kesehatan akan dapat bekerja dan dengan sendirinya dapat memperbaiki perekonomian..” jelas Kabid Promkes Dinas kesehatan kabupaten Solok itu.
Guna memotivasi kader kesehatan yang aktif menggerakkan Posdaya, Para kader nantinya akan diberikan insentif berdasarkan kinerja, sehingga kader dilapangan akan benar-benar bekerja.
“ Misalnya kader akan diberi insentif sehari Rp.25.000, jika dalam sebulan ia bekerja sebanyak 5 hari, maka insentifnya akan dikalikan 5, “ tutur Son Arikhman seraya memastikan pengadaan baju seragam untuk seluruh kader di Kabupaten Solok.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar